Sisi Lain Jatiluhur – Ride Lunch Laugh with NUSANTARIDE

“Don’t forget to remember me..and the love we used to be..”

Begitulah lantunan nada indah dari Bee Gees, melodi jaman papi mami pacaran, mendampingi awal penulisan ride report ini,, 🙂

Sadar betul ingatan ini begitu terbatas, baiknya sesaat setelah event / perjalanan berakhir segera diabadikan dalam tulisan, saat ingatan, feel, antusiasme dan euphoria itu masih merah membara..Nah sekarang saya coba sharing tentang perjalanan 11 bulan yang lalu..Quite challenging huh? Recall sejenak dalam batin memori itu, dan pop! Let’s do this =D

883773_4641973536242_1453538896_o                                      IMG-20130323-00346

Yup..saya kerap nimbrung di suatu komunitas pecinta wisata roda dua, dikenal dengan nama NUSANTARIDE, yang selain eksis di dunia maya (di facebook membernya tembus 7000 orang cuy!), secara berkala mengadakan kopdar alias kumpul-kumpul..entah hanya sekedar untuk ngopi bareng, atau disertai camping..Berbeda dengan banyak komunitas roda dua lainnya, Nusantaride tidak memerlukan pendaftaran, syarat khusus atau biaya rutin tertentu. Terlepas dari usia, gender, suku bangsa, jenis tunggangan, dari scooter matic hingga motor berkapasitas ribuan cc, ngumpul bebas bergabung dan berbagi kisah 🙂 Strangers are friends you haven’t met yet, check it out!

https://www.facebook.com/groups/nusantaride/?ref=br_tf

http://nusantaride.com/

Oce sekilas intermezzo, kembali ke laptop..Akhir pekan kali ini Nusantaride mengadakan kumpus-kumpul di waduk Jatiluhur, seperti biasa para rider hanya diberikan koordinat, tidak perlu harus fancy dengan GPS kawan, smartphone biasa udah cukup untuk gps’an, kalo ga bisa juga coba GPS manual, G anggu P enduduk S ekitar..hahaha..

Sebelum riding seperti biasa memeriksa kondisi kuda besi secara general, menentukan rute dan checklist segala kelengkapan, apa aja yang dibawa? Nanti ya saya akan buat post tersendiri tentang motorcycle gear & stuff..

Rute Jakarta-Jatiluhur

Macet di Sabtu pagi, 2 jam dibutuhkan untuk sampai ke kawasan Mekarsari dari Jelambar. Singgah di rumah makan Padang sejenak..and the real adventure began..saya menentukan rute berdasarkan jarak terdekat via google maps, so memutuskan lewat Jonggol, satu kata yang menggambarkan..BENGIS! di Jonggol 15 km saya tempuh dengan waktu 5 jam!, jalur offroad yang cukup ngacoo..tanjakan dan turunan tajam hingga 40 derajat, penuh batu, pasir dan lumpur..2 kali saya gubrak, alhasil handguard sebelah kiri patah (lagi), syukur tanpa luka, berkat knee protector dan helm :)..sayang tak dapat saya foto karena hujan yang begitu deras, menambah pacuan adrenaline..serrr..

IMG_0160                   IMG_0164

IMG-20130323-00348      IMG_0185

Atas petunjuk GPS yang dibalut plastik kresek, akhirnya sampai di waduk Jatiluhur..disambut oleh Shaun the sheep dan kawan-kawan..mbekkk..Waduk Jatiluhur di kelilingi bukit-bukit, sepi sekali di sini, tidak terlihat ada wisatawan, mungkin karena infrastruktur, fasilitas wisata, promosi dan citra yang belum terbangun dengan baik, sungguh tempat ini bisa digali lebih jauh potensi wisatanya, hidden gem istilahnya.

553084_4836067304219_174238006_n          IMG_0186

Hari mulai senja dan saya masih nyasar saudara-saudara, padahal acara telah dimulai siang tadi 😦 . Cukup bingung karena jalannya off the map, tidak ada di gps / google maps..Tanya-tanya penduduk ternyata lokasi kopdar ada di seberang, di sisi lain waduk, jadi saya harus blusukan menyusuri pesisir waduk melalui rute yang tak kalah awesome..Beberapa saat kemudian saya bertemu dengan teman-teman Nusantaride yang baru akan pulang..”Kemana ajah brohh baru sampai..” “Sendirian lu?” “Yakin mau lanjut? medannya gilak brohh..” Sapa mereka, lanjut tentunya, finish what you have started :); “Ok bro hati-hati, di lokasi masih ada beberapa anak-anak, trus masih ada ikan goreng, sikat dahh” tanggapnya.

IMG_0198               IMG_0193

883470_10151308469181607_1519412761_o                 IMG-20130323-00353

Rasa lelah dan lapar sekonyong-konyong sirna ketika tiba dan memandang waduk berkabut..majestic abis..

Di lokasi masih ada 3 kawan, setelah bernarsis ria kami pun santap malam, sajiannya ikan nila goreng, saya asumsikan asli dari waduk ikannya, terasa segar dan gurih..2 ikan nila dan nasi porsi kuli pun dilibas sendiri..cocol kecap bango..pokokee maknyusss..

Hujan mendadak kembali deras, keasikan ngobrol santai membuat kami tak sadar langit telah gelap, baru kepikir..gelap dan deres gini kita bijimane pulangnya? Pokerface, saya mesem sumringah.. “Bakal seru nih ehehehe “..Rute pulang kami pilih melalui Purwakarta, tentu untuk menghindari jalur Jonggol yang menjadi berkali-kali lebih liar  dalam situasi seperti ini.

Perut kenyang hati senang, berangkat keluar dari area Jatiluhur, hujan deras membuat tanah gembur selebur bubur..motor sempat berapa kali goyang dombret, gubrak dan terjerembab dalam lumpur sedalam setengah betis, untung ga sendirian hahaha..gas polll..bergotong royong kami saling support sampai tiba di Jakarta. Sampai jumpa kawan 🙂

Advertisements
Categories: Two Wheels | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: